Berbagi informasi kesehatan, pola asuh anak, keluarga berencana, pembangunan berkeluarga dan tutorial tutorial yang bisa membantu anda
Sunday, December 1, 2024
Pangandaran Raih Juara II Lomba BKR Tingkat Provinsi
Tips Mudah Agar Anak Terbiasa Makan Sayur
Tips Mudah Membiasakan Anak Makan Sehat: Dari Pemilih Makanan ke Pecinta Sayur
Membiasakan anak untuk makan sehat, terutama sayuran, sering menjadi tantangan besar bagi banyak orang tua. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, Anda dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Berikut adalah beberapa tips mudah untuk mengubah anak dari pemilih makanan menjadi pecinta sayur:
1. Kenalkan Sayur Sejak Dini
Anak-anak lebih cenderung menerima makanan yang sudah mereka kenal. Perkenalkan sayur sejak anak mulai MPASI dengan tekstur yang sesuai usianya. Variasikan jenis dan cara penyajiannya agar anak terbiasa dengan rasa dan bentuk sayur.
2. Libatkan Anak dalam Proses Memasak
Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam memilih, mencuci, dan mempersiapkan sayur. Ketika anak merasa terlibat, mereka cenderung lebih antusias mencoba makanan yang mereka bantu siapkan.
Friday, November 29, 2024
Komunikasi Efektif Orang Tua dengan Anak Remaja: Kunci Hubungan yang Harmonis
Komunikasi Efektif Orang Tua dengan Anak Remaja
Masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan seorang anak. Pada fase ini, anak mulai mencari jati diri, membangun kemandirian, dan seringkali ingin lebih banyak didengar daripada diarahkan. Bagi orang tua, menjalin komunikasi yang efektif dengan anak remaja bisa menjadi tantangan. Namun, komunikasi yang baik dapat menjadi kunci untuk membangun hubungan yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara emosional, mental, dan sosial.
Mengapa Komunikasi Efektif Penting?
Komunikasi yang baik memungkinkan orang tua dan anak saling memahami kebutuhan, perasaan, dan pandangan masing-masing. Ketika komunikasi terjalin dengan efektif:
Thursday, November 28, 2024
Fenomena Fatherless: Dampak dan Solusi Menghadapinya
Fenomena fatherless atau ketiadaan peran ayah dalam kehidupan seorang anak semakin menjadi perhatian di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini mengacu pada situasi di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran fisik, emosional, atau keterlibatan aktif seorang ayah. Penyebabnya bisa beragam, seperti perceraian, kematian, kerja jarak jauh, hingga hubungan yang renggang antara ayah dan anak. Namun, dampak dari fatherless terhadap perkembangan anak sangat signifikan dan membutuhkan perhatian serius.
Dampak Fatherless terhadap Anak
1. Perkembangan Emosional yang Terganggu
Anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung mengalami kesulitan dalam mengelola emosi. Ketidakhadiran ayah sering kali membuat mereka merasa kurang dicintai atau tidak memiliki sosok yang dapat diandalkan, yang dapat berujung pada perasaan rendah diri, kesepian, atau bahkan depresi.
Thursday, September 7, 2023
Penguatan Fungsi Agama Dalam Keluarga
Fungsi Agama Dalam Keluarga
Fungsi agama merupakan salah satu fungsi dari 8 Fungsi Keluarga yaitu : Fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosial dan pendidikan, Ekonomi serta Fungsi Pembinaan Lingkungan.
Fungsi Agama ditempatkan pertama dengan tujuan menjadi landasan dari fungsi-fungsi yang lain dengan kata lain fungsi agama menjiwai fungsi lainnya sehingga terarah dan berlandaskan dengan norma-norma agama.
Fungsi agama dalam keluarga merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh keluarga bahkan manusia itu sendiri yang dimulai semenjak manusia itu dikandung. tentunya kita menyadari perkembangan psikoemosinal dan kecerdasan anak dilatih semenjak dalam kandungan atau dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. mulai dari memperdengarkan ayat-ayat suci sampai dengan memberikan stimulus dengan musik-musik klasik.
Thursday, August 24, 2023
Alasan Menikah pada Usia 21 Perempuan dan 25 Laki-laki
21 25 KEREN
Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 25 tahun bagi pria dan 21 tahun bagi wanita. Usia tersebut adalah periode seseorang dianggap sudah mencapai tahap kedewasaan dan kematangan. Selain itu batasan usia ini juga dianggap sudah siap baik dipandang dari sisi kesehatan maupun perkembangan emosional untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. (Sumber : BKKBN, Menjadi Remaja GenRe (Generasi Berencana) Ditinjau Dari “Youth Wellbeing Index’’,” Cet Pertama)
Friday, July 7, 2023
Klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas
Kampung Keluarga Berkualitas sebagai wahana pemberdayaan masyarakat adalah sebuah program dari BKKBN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunanan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
Sejak di Canangkannya Kampung KB oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 januari 2016 di Dusun Jenawi Desa Mertasinga Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon. Dalam perkembangannya Kampung KB yanga ada di Provinsi Jawa Barat ada 3.017 Kampung KB yang tersebar di 5.957 Desa dan Kelurahan yanga ada di Jawa Barat
Pada perkembangannya Kampung Keluarga Berkualitas memiliki 4 (empat) Klasifikasi yang membedakan antara Kampung KB yang satu dengan Kampung KB yang lainnya, adapun 4 (empat) klasifikasi terbut adalah.
1. Dasar
Klasifikasi ini baru memiliki indikator variabel input, proses dan output kurang dari 3 atau salah satu indek variabel input, proses maupun utput lebih dari sama dengan 3. Dengan kata lain pengelolaan Kampung KB baik input maupun proses belum dilaksanakan secara efektif sehingga belum meberikan kontribusi terhadap pencapaian target program.
2. Berkembang
Nilai indek pada kalsifikasi ini baik variabek input maupun proses sudah memiliki lebih dari 3 tetapi output nya masih memiliki nilai kurang dari 3. dengan kata lain Kampung KB sudah berjalan sesuai dengan harapan (on the track) tetapi masih belum memiliki kontribusi terhadap capaian program.
3. Mandiri
Pada Kalsifikasi ini nilai indek variabel input maupun proses sudah bernilai lebih dari 3 begitupun dengan ouput sudah benilai lebih dari 3, dan bisa dikatakan bahwa Kampung KB tersebut sudah memiliki kontribusi terhadap pencapain program.
4. Berkelanjutan.
Klasifikasi ini merupakan klasifikasi paling tinggi yang diperoleh Kampung KB, dimana Kampung KB ini sudah melaksanakan kegiatan secara efektif dan tepat sasaran sehingga memiliki nilai indek varibel dari input, proses maupun output bernilai lebih dari 3. Pengelolaan Kampung KB pada klasifikasi ini sudah memiliki kontribusi terhadap capaian program.
Untuk mengetahui Kampung KB kita berada di kalsifikasi yang mana, bisa kita lihat di webiste kampungkb.bkkbn.go.id di menu statistik.
lalu apa yang dimaksud dengan Variabel Input, Proses dan Output di pengelolaan Kampung KB berikut akan kita bahas nanti sekalian dengan upaya meningkatkan Klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas.





